Korban Perkosaan pun Ikut Salah
diambil dari radar malang edisi selasa, 31 juli 2007
Korban Perkosaan Turut Andil
Kriminolog FH Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Haris Thofly SH MHum mengatakan, tindak pidana pemerkosaan terjadi dipicu karena andil korban sendiri terhadap kejadian pemerkosaan itu. Seperti dalam kasus pemerkosaan yang menimpa Santi (nama samaran), mahasiswi 21 tahun yang diperkosa lima mahasiswa Minggu malam kemarin.Haris menilai ada peranan besar korban pemerkosaan, yakni Santi, dalam kejadian biadab itu. “Tampak ada kontak antara korban dan pelaku sebelumnya, baik disengaja atau tidak. Korban mau diajak keluar malam, pergi ke dugem bersama para laki-laki. Itu jelas sebuah tindakan yang memprovokasi dirinya sendiri untuk terjerumus dalam hal itu,” kata dia.Haris menyebut masalah itu harus menjadi pelajaran bagi orang tua maupun remaja puterinya agar tidak sembarangan keluar malam tanpa adanya teman yang bisa dipercaya. “Memang secara kriminologis, kejahatan pemerkosaan terjadi karena kesalahan korban sendiri. Disarankan, khususnya kaum wanita, untuk berhati-hari dan waspada dalam bersikap, supaya jangan memprovokasi pelaku. Misalnya, tidak berpakaian ketat, bepergian tengah malam sendiri atau ramai-ramai dengan pria yang baru dikenal,” paparnya.Dalam teori victimologi, dikenal adanya tiga unsur timbulnya suatu kejahatan, yaitu pelaku, korban, dan sarana melakukan kejahatan. Terjadinya tindak kejahatan korban tidak lain adalah objek dari kejahatan itu sendiri. Namun, ternyata korbanlah, yang sering kali merangsang seseorang untuk melakukan kejahatan dan membuat seseorang menjadi jahat.”Pada kasus perkosaan, yang menjadi korban adalah wanita yang berada pada posisi lemah dan sering kali mengalami perlakuan yang sangat mengecewakan. Tetapi, haruslah diakui bahwa pelaku tidak dapat dipersalahkan seluruhnya, karena korban pun ikut serta berperan dalam tindak pidana perkosaan ini,” jelasnya.
Kenyataan ini tidak dapat dipungkiri. Bahkan banyak tudingan dari masyarakat bahwa kasus perkosaan sebenarnya tidak lebih dari akibat tingkah laku. Menjadi kodrat wanita yang selalu berusaha untuk tampil cantik dan menarik bagi para kaum pria. “Namun, upayanya terkadang berlebihan. Memakai pakaian ketat, sehingga bagian tubuh di sekitar dada kelihatan menonjol, pakaian mini sehingga perut dan pusar kelihatan atau perilaku yang mengundang pelaku untuk bersetubuh,” kata Haris.
Haris mencontohkan, korban Ratna (nama samaran) yang juga turut andil dalam kasus perkosaan dirinya. Gadis berusia 17 tahun yang duduk kelas tiga SMP ini mau diajak ke rumah kosong dan masuk ke kamar. Setelah sampai di rumah tersebut, pelaku memaksa korban untuk melayani nafsu seks-nya. Korban pun menolak, namun karena dipaksa bahwa diancam akan dibunuh, maka dia pun rela kehilangan keperawanannya. (lia)
Juli 31, 2007 at 6:01 am
Untuk kasus diatas saya setuju, seperti kata bang napi… kejahatan terjadi bukan hanya karena pelakunya tapi juga karena ada kesempatan. Kalau saja Santi atau Ratna tidak bebas bergaul, maka hal seperti itu tidak akan terjadi.
Kalau saja para orang tua lebih memperhatikan pergaulan dan kegiatan anak-anaknya, mereka pasti tak akan jadi korban. Kalaupun ada perkosaan bukan karena salah pergaulan itu baru benar-benar musibah.
Juli 31, 2007 at 1:52 pm
sepakat !!!
Juli 31, 2007 at 5:04 pm
Well, bisa diliat, sisi gelap dugem.. Malem2 blakangan ini, udara di Malang amat sangat dingin. Mendingan di kamar, pake slimut anget, bobo manis ato baca buku ma liat tipi..
Hm, hidup adalah pilihan..
November 15, 2007 at 8:56 am
hahaha, betul…
kadang malah emang ceweknya sendiri yang mancing-mancing.
Trus, kalo udah kejadian beneran, kayaknya gampang aja tinggal nyalahin yang cowoknya.
Januari 4, 2008 at 4:25 pm
makanya cownya kudu ati2 mas
Juli 9, 2008 at 6:08 am
Tidak selalu korban perkosaan turut andil atas kejahatan itu.
Kasus keluarga Acan th. 1989 di Jakarta Timur, isteri dan kedua anak gadis keluarga acan diperkosa bergantian oleh para pelaku yang mendobrak pintu rumahnya di tengah malam hari. Setelah mengikat tangan seisi rumah dan mengambil barang-barang berharga milik empunya rumah, kemudian para perampok itu bergantian memperkosa isteri dan kedua anak gadis korban yang berusia 14 dan 11 tahun didepan mata Acan!
Perbuatan biadab yang dilakukan para pelaku itu jelas sama sekali tidak ada andil dari para korban!