Dracula, tidak seperti yang banyak diketahui oleh banyak orang. Selama ini orang banyak mengenal Dracula sebagai mahluk misterirus yang menghisap darah manusia. Itu merupakan kebohongan besar yang dibuat oleh dunia barat, perlu diketahui bahwa darcula memang benar-benar pernah hidup pada masa abad pertengahan.
Dracula bernala asli Vlad Tepes(vlad III), anak dari Basarab(vlad II) yang merupakan anak tidak sah dari Mircea(vlad I). Mircea adalah penguasa di Wallachia. Setelah mircea meninggal basarab bergabung dengan kerajaan Honggaria, dan pada akhirnya ia menjadi salah seorang anggota orde naga1 disana. Karena menjadi anggota orde naga, basarab selalu memakai symbol orde naga yang berupa se-ekor naga dan salib. Oleh karena itu orang-orang di Wallachia lebih sering menyebutnya sebagai vlad dracul yang artinya vlad sang naga.
Kata Dracula berasal dari kata dracul dan ulea(anak dari), sehingga jika digabung memiliki arti anak sang naga. Pada masa kecil Dracula dan adiknya Randu dikirim oleh ayahnya ke Turki sebagai tanda kesetiaan pada kerajaan Turki Ottoman(dilakukan karena turki telah membantunya merebut tahta di wallachia). Disanalah dia tumbuh berkembang menjadi pemuda yang cerdas tetapi juga menjadi sosok yang kejam.
Pada saat usianya 17 tahun ia dikirim oleh kerajaan Turki kembali ke Wallachia untuk merebut tahta(ayah dan kakanya meninggal terbunuh kemudian kerajaan Honggaria menempatkan Vladislav II disana untuk mengisi kekosongan). Kekuasaannya disana tak berlangsung lama, karena pasukan Honggaria menyerang dan Wallachia jatuh dan digantikan oleh Vladislav II dari Honggaria. Dracula melarikan diri ke daerah tempat asal ibunya Moldavia sampai akhirnya pangeran Moldavia terbunuh dan akhirnya ia memihak ke Honggaria.
Setelah beberapa lama akhirnya vladislav II memihak ke kerajaan turki, alhasil kerajaan honggaria mengirim pasukan ke wallachia dengan janos hunyadi sebagai pemimpin. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Dracula untuk mendekati janos Hunyadi dan berhasil. Dracula berhasil mejatuhkan wallachia dan naik tahta.
Saat Dracula berkuasa, saat itulah tragedy umat Islam terjadi, ia banyak membantai umat islam(dalam buku dituliskan ia membunuh 300,000-500,000 penduduk dari berbagai kalangan tua-muda-anak, perempuan dan laki-laki). Pada awal masa pemerintahannya ia membunuh banyak tuan tanah untuk melanggengkan kekuasaan, hal ini terjadi karena pada waktu itu para tuan tanah sangat berpengaruh pada pemerintahan, selanjutnya ia membunuh pada petani dan fakir miskin yang mendukung kerajaan turki(kebanyakan mereka umat Islam) dan menyingkirkan pada orang-orang yang tidak disukainya.
Dracula membunuh korbannya dengan cara yang sangat kejam dan aneh. Para korban dibunuh dengan cara ditusuk badannya dari bagian bawah(anus atau kemaluan bagi perempuan) hingga tembus keatas, ada juga yang dibakar hidup-hidup, jika wanita ada yang di kerat payudaranya dan lain-lain. Perbuatan Dracula ini membuat rakyatnya menjadi ketakutan dan juga menjadi sebuah penghinaan bagi kerajaan tukri.
Setelah 7 tahun Dracula berkuasa akhirnya Wallachia benar-benar jatuh ke turki setelah sultan Mehmed II(Muhammad II) memerintahkan 40000 pasukannya menyerang(dipimpin oleh randu adik dari Dracula sendiri) dan Dracula melarikan diri sampai ke Honggaria. Disana walaupun bersetatus sebagai tawanan ia tetap diperlakukan dengan baik karena dianggap telah banyak berjasa dalam melawan kerajaan Turki yang merupakan wakil Islam dalam perang salib.
Setelah beberapa tahun berlalu akhirnya Dracula mendapatkan lagi kesempatan untuk naik tahta. Ia dikirim oleh kerajaan Honggaria untuk menyerang Wallachia dengan dibantu steven dari Moldavia. Setelah berhasil menjatuhkan Wallachia Ssteven bersama pasukannya kembali ke Moldavia. Ia meninggalkan Dracula di Wallachia bersama 2000 pasukan. Pada masa kekuasaannya yang ke-dua ini dia tidak mendapatkan dukungan dari rakyat karena rakyat trauma dengan masa lalu Dracula disana.
Dracula menghadapi pasukan Turki untuk kedua kalinya di dekat danau snagov. Dan pada peperangan inilah dia menenui ajalnya. Pasukan Turki memenggal kepalanya dan dikirim ke Konstantinopel.
Setelah kematian Dracula banyak mitos yang beredar bahwa banyak orang mati secara miterius dengan dihisap darahnya pada bagian leher(pada masa itu banyak hewan ternak yang mati karena digigit oleh kelelawar vampir2). Dan pada akhirnya pada abad 19 seorang novelis barat(Bram Stocker3) benar-benar membelokkan sejarah lewat novelnya yang berjudul Dracula. Ia menggambarkan Dracula adalah seorang mahluk penghisap darah manusia yang hanya bias mati dengan salib.
Ups…. Ada apa ini mengapa Dracula yang sebenarnya adalah sosok kejam dari pihak pasukan salib menjadi mahluk mitos yang hanya takut dengan salib???
Cara yang sangat cerdas dari perdaban barat untuk menutup sejarah kelam mereka.
1) pasukan elit yang dibentuk oleh kerajaan honggaria
2) sejenis kelelawar yang hidup dengan menghisap darah(bukan mahluk mitos yang selama ini dikenal)
3) novelis barat yang menulis novel berjudul Dracula